Press "Enter" to skip to content

Lamine Yamal Raih Penghargaan Dunia, Tapi Ogah Disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo

Nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan dunia sepak bola internasional. Wonderkid Barcelona itu baru saja dinobatkan sebagai Penyerang Terbaik di ajang Globe Soccer Awards yang digelar di Dubai.

Penghargaan tersebut menambah panjang daftar prestasi individu Yamal di usia yang masih sangat muda. Ia kini sejajar dengan para bintang elite yang lebih dulu mencicipi panggung tertinggi sepak bola dunia.

Namun di balik sorotan dan pujian, Yamal memilih bersikap rendah hati. Ia menegaskan tidak ingin kariernya terus diukur dengan bayang-bayang pemain besar lain.

Di tengah euforia penghargaan, Yamal justru mengirim pesan yang cukup tegas. Ia ingin membangun identitasnya sendiri dan berjalan dengan caranya sendiri di dunia sepak bola.

Enggan Disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo

Lamine Yamal secara terbuka menepis perbandingan dirinya dengan Cristiano Ronaldo. Ia menyebut setiap pemain besar memiliki jalan unik yang tidak bisa disamakan satu sama lain.

Bagi Yamal, membandingkan diri dengan legenda hanya akan mengaburkan tujuan utama dalam kariernya. Ia ingin berkembang secara alami tanpa tekanan label atau ekspektasi berlebihan.

Sikap tersebut dianggap mencerminkan kedewasaan Yamal meski usianya baru 18 tahun. Ia memahami bahwa perjalanan menuju puncak harus dibangun dengan identitas sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Yamal usai menerima penghargaan Penyerang Terbaik Globe Soccer Awards. “Sebaiknya jangan membandingkan diri Anda dengan siapa pun,” ucapnya, dikutip dari akun X Fabrizio Romano.

“Pemain seperti Cristiano Ronaldo melakukan apa yang mereka lakukan karena mereka ingin menjadi diri mereka sendiri dan tidak membandingkan diri mereka dengan orang lain. Saya ingin membangun jalan saya sendiri,” tegas Yamal.

Respons Dewasa Usai Kalah Ballon d’Or 2025

Tahun 2025 tetap menjadi periode istimewa bagi Lamine Yamal meski gagal meraih Ballon d’Or. Ia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Ousmane Dembele.

Kekalahan tersebut tidak membuat Yamal larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, ia menunjukkan respons yang dinilai matang untuk pemain seusianya.

Yamal tetap merayakan pencapaiannya sepanjang tahun, termasuk gelar Penyerang Terbaik dan Penghargaan Diego Armando Maradona di Globe Soccer Awards. Ia juga menegaskan fokusnya masih pada proses jangka panjang.

Sikap itu tercermin dari unggahan Yamal di media sosial setelah pengumuman Ballon d’Or. “Rencana Tuhan itu sempurna, Anda harus mendaki untuk mencapai puncak. Senang atas trofi Kopa x2 dan mengucapkan selamat kepada @o.dembele7 atas penghargaan dan musim yang hebat,” tulisnya, dikutip dari Goal.

Dengan Barcelona yang masih memimpin klasemen La Liga dan target besar di level klub serta timnas, perjalanan unik Yamal diyakini masih sangat panjang. Dunia sepak bola kini menanti babak berikutnya dari kisah sang wonderkid.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *