β½ Awal Mula: Sepak Bola di Tanah Perjanjian (1920β1948)
- Sepak bola diperkenalkan oleh tentara Inggris dan imigran Yahudi Eropa pada 1920-an di Palestina Mandat Britania.
- 1928: Federasi Sepak Bola Eretz Israel berdiri.
- 1929: Timnas “Mandatory Palestine“ (Yahudi) mainkan laga pertama β kalah 1β7 dari Mesir.
- 1948: Setelah kemerdekaan Israel, Israel Football Association (IFA) resmi berdiri.
- 1948: Gabung FIFA.
π‘ Sepak bola awalnya menjadi alat persatuan bagi imigran Yahudi dari Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.
π Isolasi Politik: Dari Asia ke Eropa
1950β1974: Era Asia
- Israel jadi anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
- 1956: Juara Piala Asia pertama dalam sejarah!
- Turnamen hanya diikuti 4 tim (Israel, Korea Selatan, Vietnam Selatan, Hong Kong)
- Israel tuan rumah, menang 1β0 atas Korea Selatan di final
- 1960β1968: Capai kualifikasi Piala Dunia, tapi sering menang walkover karena boikot negara Arab
1974: Pengusiran dari AFC
- Negara-negara Arab tekan AFC untuk mengeluarkan Israel karena konflik politik.
- 1974: Israel dikeluarkan dari AFC.
- 1974β1991: Israel terisolasi total β main di Olimpiade dan kualifikasi Piala Dunia sebagai “tim independen”
1991: Bergabung dengan UEFA
- Setelah Perjanjian Oslo, Israel pindah ke UEFA (Eropa).
- 1994: Ikut kualifikasi Euro 1996 β era baru dimulai.
π¬ “Kami tak punya tetangga di Asia. Tapi Eropa memberi kami rumah.”
π¦ Prestasi Internasional: Di Ambang Kejayaan
Piala Dunia
- 1970: Satu-satunya penampilan di Piala Dunia (Meksiko)!
- Imbang vs Swedia, Italia
- Kalah dari Uruguay
- Gagal lolos, tapi dihormati dunia
- 1982β2022: Gagal lolos β sering kalah di playoff
UEFA Nations League & Euro
- 2022β2023: Capai Liga B UEFA Nations League
- Belum pernah lolos ke Piala Eropa
π₯ 1970 tetap jadi puncak sejarah Israel.
π΄ Klub-Klub Raksasa Israel
| Klub | Kota | Prestasi |
|---|---|---|
| Maccabi Tel Aviv | Tel Aviv | 1x juara Piala Winnersβ Eropa (runner-up 1967), 23 gelar liga, sering di Liga Champions grup stage |
| Maccabi Haifa | Haifa | 5x juara liga, juara grup Liga Champions 2002 (kalahkan Man United, Olympiacos) |
| Hapoel Tel Aviv | Tel Aviv | Juara Piala UEFA 1930s? Tidak β tapi finalis Piala Intertoto 2004 |
Derbi Tel Aviv
- Maccabi Tel Aviv vs Hapoel Tel Aviv β “Derbi Abadi Israel”.
- Lebih dari olahraga β cermin konflik kelas: elit vs pekerja
ποΈ Bloomfield Stadium (Tel Aviv, kapasitas 29.000) adalah markas suci sepak bola Israel.
π¦ Legenda Nasional Israel
| Generasi | Pemain | Kontribusi |
|---|---|---|
| 1960sβ70s | Mordechai Spiegler | Top scorer Piala Dunia 1970, legenda Maccabi Netanya |
| 1990sβ2000s | Eyal Berkovic | Playmaker, main di Man City, West Ham |
| 2010sβ2020s | Yossi Benayoun | Pemain Israel pertama di Premier League, main di Liverpool, Chelsea, Arsenal |
| 2020s | Eran Zahavi | Top scorer sepanjang masa (42+ gol), main di PSV, Guangzhou |
β Yossi Benayoun adalah wajah modern Israel di Eropa.
π§ Filosofi: “Sepak Bola Kibbutz”
- Gaya bermain Israel khas:
- Teknik individu ala Eropa Timur
- Kerja tim kolektif ala kibbutz
- Semangat “davka” (bermain justru saat dianggap lemah)
- Dijuluki “kaduregel israβeli” β cerdas, ulet, dan tak kenal menyerah.
π¬ “Kami kecil. Tapi kami punya dua hal: kecerdasan dan keberanian.”
β οΈ Tantangan Modern
- Politik:
- Boikot dari negara Muslim β tim tak bisa main kandang
- UEFA sering pindahkan laga Israel ke Budapest, Budapest, atau Netanya
- Keamanan:
- Latihan sering dibatalkan saat konflik Gaza memanas
- Bakat:
- Minim eksport pemain ke Eropa top
- Ketergantungan pada pemain naturalisasi (Brasil, Eropa Timur)
πͺ Tapi: “Di lapangan, kami lupa perang. Kami hanya ingat bola,” kata pelatih Willibald Ruttensteiner.
π§ Masa Depan: Menuju Euro 2028 & Piala Dunia 2026
- 2023β2024:
- Capai playoff UEFA Nations League
- Kalah dari Islandia di playoff Euro 2024
- Target:
- Lolos ke Euro 2028
- Lolos ke Piala Dunia 2026 β pertama sejak 1970
π¬ Kesimpunan
Sepak bola Israel adalah kisah ketahanan:
- Lahir dari pengungsian,
- Dibesarkan dalam isolasi,
- Dan terus berjuang β meski dunia sering membelakanginya.
Mereka mungkin bukan raksasa, tapi semangat “Biru-Putih” mereka abadi.
“Kami bukan hanya tim. Kami adalah Israel β tanah harapan, dan bola yang tak pernah berhenti bergulir.”
















Be First to Comment