Press "Enter" to skip to content

PSM Makassar

Awal Mula: Lahir dari Semangat Pelayaran Bugis (1915)

  • 2 November 1915: PSM Makassar resmi berdiri sebagai Makassar Voetbal Bond (MVB) oleh komunitas pelayar dan pedagang Bugis-Makassar.
  • Latar belakang: Didirikan untuk mengisi waktu luang para pelaut dan melawan dominasi klub Belanda di Sulawesi Selatan.
  • 1930-an: Berganti nama jadi Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) setelah kemerdekaan.
  • Warna merah dan kuning diadopsi dari warna kerajaan Gowa-Tallo, melambangkan keberanian dan kemuliaan.

💡 PSM adalah klub tertua di Indonesialebih tua dari PSSI (1930) dan Persija (1928).


🐟 Identitas: “Juku Eja” — Ikan Merah Laut Sulawesi

  • Julukan “Juku Eja” (Bahasa Makassar: Ikan Merah) lahir pada 1950-an, merujuk pada ikan kuat yang hidup di dasar laut Sulawesi.
  • Makna simbolis:
    • Tangguh seperti ikan yang melawan arus
    • Setia pada habitatnya
    • Jiwa pejuang maritim Bugis-Makassar
  • Lagu kebanggaan: “Toraja Na Makassar” dan “Juku Eja Bersatu” — dinyanyikan 30.000+ suara di Stadion Gelora Mattoanging.

💬 Kami bukan hanya tim. Kami adalah Juku Eja — lahir dari laut, hidup di badai, dan tak pernah tenggelam.”


🏆 Era Kejayaan: Dua Mahkota Emas

Perserikatan Era: Raja Timur

  • 1957: Juara Perserikatan Nasional — kalahkan PSMS Medan 3–1 di final.
    • Legenda: H. M. Ramangtop scorer sepanjang masa PSM (158 gol), ikon nasional.
  • 1966: Runner-up Perserikatan — kalah dari PSM Makassar sendiri? Tidak, kalah dari Persija.
  • 1970–1980: Konsisten di elite, tapi gagal juara.

2000: Kebangkitan Setelah 43 Tahun Puasa!

  • Di bawah pelatih M. Basri, PSM juara Liga Indonesia 2000.
  • Pemain ikonik:
    • Kurnia Sandy (kiper timnas)
    • Budiman, M. Ridwan, Carlos de Mello (pemain asing legendaris)
  • Prestasi: Satu-satunya gelar Liga Indonesia PSM hingga 2025.

🥇 1957 & 2000 adalah dua puncak sejarahMakassar berhenti bekerja untuk rayakan kemenangan.


🏟️ Markas Suci: Stadion Gelora Mattoanging (Andi Mattalatta)

  • Kapasitas: 35.000 penonton
  • Lokasi: Jantung Kota Makassar — dekat Pelabuhan Soekarno-Hatta
  • Sejarah: Dibangun 1950-an, direnovasi 2018 untuk Asian Games.
  • Suasana: “Gema Juku Eja” — sorakan The Maczman yang menggetarkan Laut Sulawesi.

🌊 Stadion ini adalah simbol maritim: arsitekturnya menyerupai perahu Pinisi.


❤️ The Maczman: Suporter Paling Fanatik di Timur Indonesia

  • The Maczman berdiri pada 1990-an, dinamai dari “Makassar Mania”.
  • Ciri khas:
    • Fanatisme ekstrem — hadir di semua laga, termasuk tandang ke Papua
    • Koreografi megah — kain merah sepanjang 100 meter, nyala api di tribun
    • Solidaritas tinggi — bantu nelayan korban badai, donor darah massal
  • Jumlah: 1 juta+ di Sulawesi Selatan dan perantauan.

💥 2019: 32.000 penonton saksikan PSM vs Persija — lautan merah yang tak terlupakan.


📈 Kebangkitan Modern: Konsisten di Elite

  • 2018–2024: 6 musim berturut-turut finish di 5 besar Liga 1
  • Prestasi terbaik:
    • Juara Piala Indonesia 2019 — kalahkan Persija Jakarta di final
    • Runner-up Liga 1 2022/23 — kalah dari Persib
  • Pemain kunci:
    • Wiljan Pluim (playmaker Belanda, legenda modern)
    • Adilson Alves (striker Brasil)
    • Rizky Eka Pratama, Arkhan Kaka (bintang muda timnas)

🔥 PSM adalah satu-satunya klub di Indonesia yang konsisten pakai pemain asing berkualitas sejak 1990-an.


🦅 Legenda PSM Sepanjang Masa

EraPemainKontribusi
1950sH. M. RamangTop scorer abadi, ikon nasional, “raja gol” era 50an
1990s–2000sYusrifar DjafarKapten juara 2000, simbol loyalitas
2010s–2020sWiljan PluimPlaymaker terbaik Liga 1, otak serangan modern
2020sArkhan KakaWonderkid timnas U-17, harapan masa depan

H. M. Ramang adalah satu-satunya pemain Indonesia yang jadi sampul majalah “Asia Time” (1958).


⚠️ Tantangan Modern

  1. Geografi:
    • Jauh dari Jawabiaya tandang tinggi, minim laga menarik di kandang
  2. Infrastruktur:
    • Stadion Mattoanging butuh renovasi besar untuk standar AFC
  3. Regenerasi:
    • Minim pemain muda Makassar di tim utama
  4. Dana Terbatas:
    • Masih bergantung pada APBD & sponsor lokal

💪 Tapi: “Kami mungkin dari timur. Tapi semangat kami mengguncang seluruh Nusantara,” kata pelatih Bernardo Tavares.


🧭 Masa Depan: Mimpi Juku Eja 2030

  • Target 2025–2026:
    • Juara Liga 1 — akhiri puasa 25 tahun
    • Bangun akademi “Juku Muda” di Parepare
  • Visi 2030:
    • Stadion Mattoanging jadi venue Piala Dunia U-20 2031
    • Jadikan PSM ikon sepak bola maritim Asia

💬 Kesimpulan

PSM Makassar adalah kisah ketangguhan dari ujung timur Nusantara:

  • Lahir dari laut Bugis,
  • Dimahkotai Ramang,
  • Dan kini, terus berjuang dengan semangat Juku Eja.
    Mereka mungkin belum juara lagi, tapi setiap pertandingan adalah pernyataan: Makassar hadir di peta sepak bola Indonesia.

“Kami bukan hanya tim. Kami adalah PSM — tanah, laut, dan mimpi yang tak pernah tenggelam.”

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *